Ada sejumlah alasan mengapa saya percaya bahwa long term trading dapat
membawa kita lebih sukses daripada menggunakan time frame kecil dalam
bertrading, dan saya akan tunjukkan beberapa alasan tersebut dalam
artikel ini.
Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah, mengklarifikasi bahwa ketika
saya berbicara long term maka saya maksudkan untuk melihat pada chart minimal Daily (D1).
Saya banyak mendengar mereka mengatakan "Saya mulai melirik trading
long term karena scalping tidak berhasil bagi saya, Saya sekarang
menggunakan strategi long term dan bertrading dengan chart/grafik Hourly
(H1)". Lihatlah, saya pikir pernyataan di atas banyak terjadi pada para
trader sehingga tidak heran mengapa begitu banyak yang kesulitan untuk
menjadi profitable.
Atas beberapa alasan, kebanyakan para trader terutama pemula akan
bermain dalam short term dan scalping. Mereka bahkan tidak memiliki
pandangan yang benar tentang trading Long Term yang sebenarnya. Jadi
sekali lagi, jika kita berbicara tentang long term trading, berarti kita
berbicara tentang penggunaan Chart Weekly bahkan Monthly, dan kemudian
menggunakan time frame yang lebih kecil untuk eksekusi trading agar
lebih presisi.
Sebelum kita masuk ke strategi yang sebenarnya, terlebih dahulu saya
akan sharing. Bahwa perspektif yang benar sangat penting ketika
bertrading strategy long term. Saya tahu bahwa kebanyakan Anda hanya
memperdulikan tentang panduan strategi aktual, tapi saya percaya bahwa
informasi berikut tentang perspektif dan pendekatan holistic sebenarnya
lebih penting daripada strategi itu sendiri.
Sebagai contoh bagaimana "Mindset Short Term" bisa memberikan masalah
besar, mari kita lihat pada EUR/USD berikut. Pada grafik 4HR EUR/USD
dibawah, orang akan melihat seperti ini:
Dalam grafik di atas, Anda melihat bahwa ada banyak momentum bullish
bergerak menuju puncak yang semakin tinggi. Dari perspektif ini, tampak
semua continuation bullish set-up akan menjadi entry yang hebat. Namun,
dalam pandangan long term pada waktu yang persis sama, memberikan cerita
yang berbeda:
Long term trader dengan chart weekly, melihat bahwa EUR / USD masih
dalam long term downtrend, dan bahwa rally bullish pada grafik 4HR
hanyalah sekedar pullback. Bahkan itu adalah pullback menuju resistance
tak terduga (tak terduga jika Anda hanya melihat secara short/mid term
dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada long term).
Jika kita bergerak sedikit menuju waktu selanjutnya, Anda dapat melihat
pantulan bearish dari level resistance. Bagi trader yang melihat grafik
4HR, hal ini mungkin terlihat seperti waktu yang tepat untuk membeli
lagi dalam mengantisipasi kelanjutan trend Bullish.
Apa yang short term trader mungkin tidak sadari adalah, bahwa ini
bukanlah pull back dari uptrend 4HR, melainkan kelanjutan dari downtrend
long term. Dan harga terus bergerak turun hingga 2 minggu! Setelah
menyaksikan apa yang terjadi, bagi trader 4HR, ini tampak seperti sebuah
reversal besar tak terduga di market. Sedangkan bagi trader long term,
itu adalah kelanjutan yang jelas (downtrend continuation) yang sudah
diharapkan sesuai flow market, tampak seperti inilah pada pandangan
weekly:
Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memiliki perspektif long
term dari market TERUTAMA jika Anda akan menyebut diri seorang long term
trader. Sekali lagi, begitu banyak orang melihat grafik 4HR berpikir
mereka long term trader, tetapi mereka mengabaikan time frame long term
yang sebenarnya yang dapat membuat Anda mendapat masalah besar seperti
dalam contoh kehidupan nyata. Dua bar candle weekly bearish tersebut
diatas akan menghancurkan para trader yang mencoba untuk mengambil
posisi long pada pandangan short term.
Sekarang, saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak bisa trading
menguntungkan pada grafik 1HR atau 4HR. Saya mengatakan bahwa sangat
sulit untuk melakukan trading profit secara konsisten bila Anda tidak
memiliki perspektif yang baik dari pergerakan market long term, terutama
ketika mencoba untuk bertrading dalam short / mid term. Dengan
demikian, mari kita bicara tentang strategi long term untuk trader yang
ingin menjadi lebih profitable dan konsisten!
Satu catatan penting tentang strategi ini adalah bahwa Anda harus disiplin jika Anda ingin sukses. Ya,
Anda perlu disiplin dengan semua strategi untuk mengharapkan sukses,
tetapi terutama, jika Anda ingin trading strategi long term secara
efektif, Anda harus mengontrol emosi dan keinginan untuk masuk ke
market.
Salah satu kesalahan terbesar yang para unprofitable trader lakukan
adalah over trading dan over-control trading mereka. Sebagai manusia,
kita memiliki keinginan akan tindakan dan keterlibatan yang cenderung
menyebabkan kita selalu ingin memiliki open posisi atau selalu ingin
memanipulasi trading OP tersebut, dan saya bisa menjanjikan Anda bahwa
ini hanya akan menyebabkan berkurangnya profitabilitas.
Jika Anda ingin sukses menggunakan strategi long term, Anda harus mampu
menerima bahwa tidak akan ada satu ton entri (yang merupakan hal yang
baik, menurut pendapat saya), tidak ada peluang masuk market
berulang-ulang dan tidak perlu ada kebutuhan untuk "melompat" ke dalam
OP dan mengutak atiknya.
Berikut adalah 6 langkah cara mengaplikasikan strategi long term :
1. Lihatlah pada chart/grafik monthly dan weekly untuk
mengamati perilaku harga dalam pergerakan bulanan dan minnguannya.
Carilah tren pada grafik long term tersebut yang memiliki arah dan
momentum yang baik. Misalnya seperti ini :
Identifikasi arah tren,
bullish atau bearish. Kemudian harus diperhatikan untuk hanya mencari
entri atau Open Position (OP) sesuai arah tren tersebut saja. Misalnya
itu adalah tren bearish, maka carilah peluang untuk OP Sell saja, jangan
mencari entry buy (ingat kita akan bermain long term). Dan tidak perlu
memanfaatkan riak gelombang kecil naik turunnya pergerakan harga seperti
halnya yang dilakukan Short Term Trader.
2. Zoom ke dalam Grafik Daily/ harian dan gambarlah Garis Fibonacci retracement dari tinggi ke rendah saat ini (atau sebaliknya).
3. Carilah pullbacks pada Frame Time Daily tersebut
yang mendekati 38,2; 50,0; atau 61,8 Level Fibbonacci. Jika harga
semakin dekat dengan salah satu dari 3 Level Kunci Fibbonacci tersebut,
bersiaplah untuk entri / OP.
4. Carilah Candlestick entry setelah Level fibbonacci ditest (tersentuh oleh Harga).
Segera setelah harga menyentuh Level fibbonacci Weekly, Anda sekarang dalam mode "menunggu sinyal". Dengan kata lain, kriteria telah terpampang untuk Anda untuk bertrading, sekarang semua yang Anda butuhkan adalah sinyal untuk mengkonfirmasi.
Segera setelah harga menyentuh Level fibbonacci Weekly, Anda sekarang dalam mode "menunggu sinyal". Dengan kata lain, kriteria telah terpampang untuk Anda untuk bertrading, sekarang semua yang Anda butuhkan adalah sinyal untuk mengkonfirmasi.
Untuk strategi ini, sinyalnya adalah Candle bar momentum daily sesuai
arah trend long term kita. Sebuah daily Candle sinyal yang ideal
memiliki ekor yang telah mengetest (menyentuh level fibbonacci), dan
kemudian berbalik kembali ke arah sesuai trend.
TEST LEVEL FIBBONACCI
5. Saatnya Entry / OP. Tempatkan stop dan target.
Selalu Gunakan ratio TP:SL = 3:1 , minimal 2:1
Pada chart weekly, Gambarlah garis Bantu Horizontal line pada area Support dan resistance dimana candle-candle periode sebelumnya memantul, Letakkan SL diatas Line resistance 1. Jika harga mampu menembus Line Support 1, kunci profit dengan memindah SL diatas Line. Jika harga mampu menembus Line Support 2, kunci profit dengan memindah SL diatas garis Line tersebut dst.
Selalu Gunakan ratio TP:SL = 3:1 , minimal 2:1
Pada chart weekly, Gambarlah garis Bantu Horizontal line pada area Support dan resistance dimana candle-candle periode sebelumnya memantul, Letakkan SL diatas Line resistance 1. Jika harga mampu menembus Line Support 1, kunci profit dengan memindah SL diatas Line. Jika harga mampu menembus Line Support 2, kunci profit dengan memindah SL diatas garis Line tersebut dst.
6. Tunggu Profit atau Loss.
Beberapa trading akan profit dan beberapa bisa loss. Jangan mencoba untuk mengelola trading atau mengutak atiknya. Cukup percayalah pada strategi dan biarkan trading menjadi winner atau loser. Trading adalah tentang perhitungan dimana strategi yang baik memang memiliki profit dan loss. Tapi pada akhir tahun, profit jauh lebih besar daripada loss. Semuanya akan tetap dalam strategi jika Anda mengikutinya dengan disiplin!
Beberapa trading akan profit dan beberapa bisa loss. Jangan mencoba untuk mengelola trading atau mengutak atiknya. Cukup percayalah pada strategi dan biarkan trading menjadi winner atau loser. Trading adalah tentang perhitungan dimana strategi yang baik memang memiliki profit dan loss. Tapi pada akhir tahun, profit jauh lebih besar daripada loss. Semuanya akan tetap dalam strategi jika Anda mengikutinya dengan disiplin!
Satu catatan penting, Anda harus disiplin jika Anda ingin sukses. Anda
harus mengontrol emosi dan keinginan untuk masuk ke market. Salah satu
kesalahan terbesar yang para unprofitable trader lakukan adalah over
trading dan over-control trading mereka.
Anda harus mampu menerima bahwa tidak akan ada satu ton entri (yang
merupakan hal yang baik, menurut pendapat saya), tidak ada peluang masuk
market berulang-ulang dan tidak perlu ada kebutuhan untuk "melompat" ke
dalam OP dan mengutak atiknya.
Sumber:
winnersedgetrading.com







